Batik Deramayon Pesisiran,
Batik Pesisir Indramayu (Iwak Etong)
Berlainan dengan daerah Cirebon yang memiliki dua keraton, Indramayu adalah daerah nelayan. Dengan begitu tata nilai kerakyatan dan juga seni budaya rakyat Indramayu, cenderung lebih dominan bila dibandingkan dengan wilayah Cirebon, yang hingga kini masih terpengaruh kuat oleh kulturkeraton sentris.
Batik Indramayu sering juga disebut Dermayon. Batik di daerah ini dikerjakan oleh istri para nelayan sewaktu ditinggal suami mereka yang turun ke laut. Dalam kesederhanaannya, seni batik Dermayon mempunyai daya tarik sendiri yang sangat khas pesisiran, dengan warna-warna yang cantik dan cerah, serta berkaitan dengan pantai, laut, hasil nelayan, dan flora-fauna daerah pantai.
Motif khas Indramayu seperti kembang suket dan Iwak Etongini dibuat para istri nelayan, yang berharap suaminya pulang dengan membawa banyak tangkapan yang memuat nilai-nilai lokal dari kehidupan nelayan. Sejajar dengan sifat masyarakat nelayan yang sederhana, polos dan lantang tanpa basa-basi. Sifat tersebut tercermin pula pada pilihan warna yang digunakan apa adanya, kesederhanaan dan ketegasan.
Berlainan dengan daerah Cirebon yang memiliki dua keraton, Indramayu adalah daerah nelayan. Dengan begitu tata nilai kerakyatan dan juga seni budaya rakyat Indramayu, cenderung lebih dominan bila dibandingkan dengan wilayah Cirebon, yang hingga kini masih terpengaruh kuat oleh kulturkeraton sentris.
Batik Indramayu sering juga disebut Dermayon. Batik di daerah ini dikerjakan oleh istri para nelayan sewaktu ditinggal suami mereka yang turun ke laut. Dalam kesederhanaannya, seni batik Dermayon mempunyai daya tarik sendiri yang sangat khas pesisiran, dengan warna-warna yang cantik dan cerah, serta berkaitan dengan pantai, laut, hasil nelayan, dan flora-fauna daerah pantai.
Motif khas Indramayu seperti kembang suket dan Iwak Etongini dibuat para istri nelayan, yang berharap suaminya pulang dengan membawa banyak tangkapan yang memuat nilai-nilai lokal dari kehidupan nelayan. Sejajar dengan sifat masyarakat nelayan yang sederhana, polos dan lantang tanpa basa-basi. Sifat tersebut tercermin pula pada pilihan warna yang digunakan apa adanya, kesederhanaan dan ketegasan.
Batik Antik E.van Zuylen
Koleksi Merk Tua Yang Bertahan Hingga Kini...
Bagi kalangan pecinta batik, siapa yang tak kenal batik E.van Zuylen ?? Eliza van Zuylen adalah maestro pembuat batik di Indonesia kelahiran Belanda. Dia tinggal di Indonesia sekitar tahun 1863-1947 saat Belanda menjajah Indonesia. Setelah tahun 1860, Pekalongan menjadi sentra produksi batik Indo-Eropa atau dikenal sebagai batik Belanda.
Pola Art Nouveau yang memukau dari koleksi Eliza van Zuylenmenjadi merek dagang dari batik Pekalongan dan ditiru sepanjang seluruh pantai pesisir utara pada masa itu. Melalui teknik pewarnaan alami yang rumit, bengkel batik milik pengusaha Eliza van Zuylen menghasilkan gradasi warna yang sempurna dari setiap helai warna kain tersebut. Kebiasaan membubuhkan tanda tangan dan tanda cap oval pada setiap lembar batiknya untuk menunjukkan tiap lembar kain dibuat khusus dengan kesempurnaan pengerjaan.
Koleksi kain batik asli Eliza van Zuylen ditandatangani, "E v Zuylen " dan dicap "Batikkerij" (batik workshop) / Mevr. E. van Zuylen - Pekalongan. Karena banyak dari para pekerja pembuat batik nya bekerja di rumah mereka sendiri, terutama selama periode puncak masa kejayaannya, tanda tinta cap oval ini mewakili ukuran keamanan keaslian karya, efektif mencegah penjualan batik yang belum selesai kepada pihak ketiga. Tanda cap membuktikan kain batik adalah asli Eliza van Zuylen dibuat di bawah pengawasan pribadi, dan dia sendiri dicatat adalah seorang perfeksionis dalam berkarya.
Batik ibarat sebuah lukisan, pembuatannya makan waktu dan proses yang rumit, tidak pabrikan tapi dibuat satu persatu. Ini dianggap bernilai, terutama jenis batik kuno yang motifnya klasik. Tak mengherankan untuk mendapatkan koleksi kain batik asli orisinil Eliza van Zuylen ini, kolektor rela mengeluarkan dana tak terbatas hanya untuk selembar batik ini.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar